FBJ Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Jakarta hingga Tuntas

Breaking

FBJ Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Jakarta hingga Tuntas

SATYABERITA – Ketua Umum Forum Bersama Jakarta (FBJ), Budi Siswanto, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mengawal jalannya pemerintahan di Jakarta hingga akhir masa jabatan.

Budi mengatakan, FBJ sebagai bagian dari elemen masyarakat akan tetap memberikan dukungan sekaligus perhatian terhadap berbagai kebijakan pemerintah daerah.

Menurutnya, komitmen tersebut juga merupakan pesan yang diwariskan para tokoh dan senior di organisasi tersebut.

“Kita berkomitmen untuk tetap mengawal, membantu, dan menunggu pemerintahan berjalan sampai selesai. Itu juga pesan dari orang-orang tua kita di organisasi,” ujar Budi, disela-sela buka puasa bersama dengan sejumlah tokoh senior FBJ, aktivis dan awak media, di sekretariat FBJ Tebet, Selasa (10/3/2026).

Selain itu, Ia juga menyinggung kondisi Jakarta yang menurutnya menghadapi persoalan klasik yang tidak banyak berubah dari waktu ke waktu. Pergantian kepemimpinan, kata dia, pada dasarnya hanya terjadi pada posisi gubernur dan wakil gubernur, sementara berbagai elemen lainnya relatif masih sama.

“Yang berganti itu hanya gubernur dan wakil gubernurnya. Masyarakatnya masih sama, aktivisnya juga masih sama, bahkan teman-teman wartawannya juga masih orang yang sama dari era ke era,” katanya.

Menurut Budi, berbagai persoalan utama Jakarta seperti kemacetan, banjir, dan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bersama-sama.

Oleh karena itu, ia menilai pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kita tidak bisa hanya menuntut pemerintah. Aparat pemerintah juga terbatas, sehingga diperlukan partisipasi dari berbagai stakeholder, termasuk masyarakat,” jelasnya.

Budi menyebut FBJ memiliki jaringan yang luas di masyarakat, mulai dari tokoh komunitas, organisasi kemasyarakatan, hingga lembaga-lembaga masyarakat seperti Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).

Jaringan tersebut, menurutnya, dapat menjadi kekuatan untuk membantu menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah.

“Kita bergerak di komunitas masing-masing, ada yang di ormas, ada yang di lembaga kemasyarakatan. Bahkan ada yang memiliki akses di lembaga legislatif. Semua itu bisa menjadi bagian dari upaya membantu kebijakan pemerintah agar sampai ke masyarakat,” katanya.

Budi juga mengingatkan bahwa FBJ memiliki sejarah panjang dalam dinamika politik Jakarta. Organisasi ini bermula dari Fauzi Bowo Center pada masa Pilkada 2007, sebelum kemudian berkembang menjadi Forum Bersama Jakarta pada 2011 dengan jaringan relawan yang mencapai hampir 10 ribu orang hingga tingkat komunitas wilayah.

Besarnya basis jaringan tersebut, ia berharap FBJ dapat terus berperan sebagai jembatan antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen lainnya di Jakarta.

“Kita ingin peran kita tetap dirasakan. Melalui komunitas dan juga teman-teman media, kita menyuarakan aspirasi masyarakat sekaligus mendukung program pembangunan di Jakarta,” pungkasnya. (pot)

Post Comment