Bois Famous Maker di Momen Hari Musik 2026: Perilis Single Wajib Berpikir Hits-kan Singlenya!

Breaking

Bois Famous Maker di Momen Hari Musik 2026: Perilis Single Wajib Berpikir Hits-kan Singlenya!

Bois Famous Maker (ist)

SATYABERITA – Bois Famous Maker salah satu tokoh penting dalam mengorbitkan artis musik beserta singlenya di publik. Pengalamannya di rimba raya musik Indonesia dalam melahirkan ide konsep yang revolusioner sering menjadi daya tarik dan mengundang perhatian publik. Pastinya dengan reputasi terbaiknya, banyak artis musik new comer dan yang sudah eksis menggunakan jasanya dalam meluncurkan produk musik. Pastinya dengan ide konsep dan strateginya yang out of the box.

“Perilis single itu wajib berpikir secara hebat dalam meng-hits-kan single atau lagunya saat diluncurkan, serta menjalani konsep dan strateginya secara totalitas. Agar masyarakat tertarik untuk mau mendengar lagunya dan melihat artis musiknya,” ujar Bois Famous Maker saat ditemui di Radio Bola Koaidi, kawasan Rawamangun Jakarta, Selasa (10/3).

Menurutnya, ini hal utama atau poin penting yang harus dilakukan. Karena selama ini banyak artis musik, musisi new comer dan label musik dalam merilis single, asal rilis saja. Artinya hanya lempar ke masyarakat lewat platforn digital, kemudian tak ada melakukan sesuatu atau membiarkannya. Ini sama saja secara tidak langsung “membunuh” karya lagu si musisi itu sendiri.

Berdasarkan pengamatan Bois, hanya 25% saja yang berpikir untuk menghitskan karya lagunya, sisanya hanya mempasrahkan lagunya kepada nasib.

Seharusnya mereka yang merasa memiliki lagu atau konten musik itu menganggap bahwa lagu itu adalah aset atau harta masa kini dan masa depan. Jadi sejatinya wajib menyukseskannya saat diluncurkan ke publik.

“Untuk ongkos promo yang dijalankan atau konsep satrategi yang digunakan itu harganya relatif. Semuanya tergantung keberanian dalam menjalankan konsep briliant itu. Makanya dibutuhkan pemikiran yang mateng dan persiapan jauh-jauh hari,” terang Sarjana S-1 Jurnalistik Kampus STP/IISIP Jakarta itu.

Bois memulai karirnya di bidang musik semenjak kuliah di kampus STP/IISIP Jakarta. Ia setiap tahunnya jadi promotor musik di kampusnya pada tahun 1994, 1995, dan 1996.

Selanjutnya tahun 1997 sebagai founder management artis, diantaranya ada grup musik Stinky dan Base Jam, yang berkantor di Jalan Jaksa, Menteng, Jakarta.

Kemudian tahun 1999 mendirikan MIC (Music Industry Consultant). Saat itu bersinergi dengan beberapa artis musik new comer untuk bekerja sama dengan label musik ternama dalam mengorbitkan artis musik dan first single dari album musik. Diantaranya ada penyanyi Julia Theresia yang musiknya diproduseri Wiwiex keyboardist band rock Powerslaves. lewat video klip debut single Lon Kahe yang rilis di BMG Music Indonesia, masuk nominasi di ajang Short Movie International di Oberhausen Jerman tahun 2000.

Kemudian, tahun 2003 bersama Yudhibuster members AMDI (Asosiasi Music Director Radio Indonesia) beserta Radio Mustang FM Jakarta dan label musik Nagaswara mengorbitin album Gulalikustik. bersambung ke project album pertama band Kerispatih ‘Kejujuran Hati’ yang penjualannya platinum dan meraih penghargaan MTV Indonesia kategori ‘Most Favourite New Artist’ tahun 2005.

Setelah itu bersama label musik Suara Mega Mandiri mengorbitin band Rama album perdana dengan single hits ‘Bertahan’ dan band Celebrand hits single ‘Entah Kenapa Selingkuh itu Indah’ tahun 2006. Kedua band ini melejit dari label musik new comer pada saat itu.

Lalu di tahun 2008, Bois digandeng Ahmad Danish owner MI2 Management meluncurkan album ke-3 (kaset dan CD) grup band Seventeen di label musik ternama Nagaswara. Dengan vokalis barunya Ifan atau Riefian Fajarsyah (yang kini menjabat Dirut PT Produksi Film Negara/PFN), di album ‘Lelaki Hebat’ dengan first single ‘Selalu Mengalah’. Saat itu dikonsepin, Launching album di lapak bajakan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat.

Kemudian bersama sahabatnya Arif ‘Okep’ Budiman di Darth Ravenous tahun 2009 meluncurkan album perdana penyanyi Emil Dardak (yang kini Wagub Jawa Timur), dengan fisrt single ‘Sesaat Kau Hadir’.

masih bersama sahabatnya Okep dan Wawan Teamlo mengorbitin album band rock Misterie yang berkonsep revolusioner, dimana semua personilnya bertopeng dengan dandanan ala rock metal. Album kaset dan CD tersebut dirilis tahun 2010 di label musik Suara Mega Mandiri.

Tahun 2011 hingga kini mempopulerkan di kancah musik nasional musisi heroik sekaligus politisi Rafly Kande asal Aceh yang sebelumnya dikenal eksis di luar negeri dengan genre world music. Single yang dirilis, diantaranya ‘Ingat Bro’ dan ‘Ku Kenang’.

Tahun 2020 mengorbitin single ‘Pergilah’ dari Missing Madeline. Band asal Aceh ini juara 3 ‘Sing Cover Competition Si Express Cepat’ di YouTube.

Ditahun yang sama untuk project Pop Kemanusiaan pandemi Covid-19 bersama Life Records Malaysia dan Fabiz Musik meluncurkan single ‘Tak Ada Yang Tak Bisa’, kolaborasi artis musik Indonesia, Malaysia, dan Singapore.

Tahun 2025, mengorbitin TikToker Galyas dan Qgun di kancah industri musik tanah air lewat single ‘Bestie Sudahi Patah Hatimu’. Keduanya dibranding sebagai pasangan suami istri (The Couple TikToker) pertama di Indonesia yang konsisten berkarya.

Kembali kepada perilis single wajib berpikir menghitskan singlenya itu, Bois optimis mulai sekarang semua musisi bersama timnya akan melakukan hal terbaik disetiap peluncuran karya singlenya.

“Semoga mulai 2026 ini di momen Hari Musik Nasional semua para musisi terutama new comer, wajib bagimu dan tim memikirkan konsep dan strategi hebat disaat meluncurkan karya lagu. Lakukan dengan totalitas!,” pungkas Bois Famous Maker yang pernah menjabat Managing Editor Nagaswara Magazine dan artist development Nagaswara itu.

Post Comment