Pengurus ASPIJA 2026–2029 Dilantik, Siap Dorong Jakarta Jadi Destinasi Hiburan Global

Breaking

Pengurus ASPIJA 2026–2029 Dilantik, Siap Dorong Jakarta Jadi Destinasi Hiburan Global

SATYABERITA – Pengurus Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (ASPIJA) periode 2026–2029 resmi dilantik dalam sebuah acara yang digelar di Whiz Prime Hotel Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan agenda silaturahmi serta buka puasa bersama para pelaku usaha hiburan di ibu kota.

Ketua Umum terpilih ASPIJA, Kukuh Prabowo, mengatakan bahwa asosiasi ini menjadi wadah bagi para pengusaha hiburan di Jakarta yang selama ini kerap menghadapi persoalan serupa dalam menjalankan usaha mereka.

Menurut Kukuh, kehadiran ASPIJA diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pelaku usaha dengan pemerintah, terutama dalam mendorong lahirnya kebijakan yang lebih mendukung perkembangan industri hiburan di Jakarta.

“Pada dasarnya ASPIJA adalah kumpulan pengusaha hiburan di Jakarta yang sering menghadapi masalah yang sama. Karena itu kita ingin bersama-sama mencari kebijakan yang pro terhadap kegiatan hiburan di Jakarta,” ujar Kukuh, Selasa malam.

Ia menambahkan, salah satu agenda besar ASPIJA ke depan adalah mendukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Salah satunya melalui penguatan sektor hiburan dan pariwisata yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang.

Kukuh menilai Jakarta memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi hiburan internasional yang mampu bersaing dengan kota-kota besar di Asia Tenggara seperti Singapura, Kuala Lumpur, dan Bangkok.

“Kita ingin membantu pemerintah DKI Jakarta menjadikan Jakarta sebagai destinasi global. Saat ini kita akui masih tertinggal dibanding kota-kota tetangga, sehingga perlu upaya bersama agar sektor hiburan di Jakarta bisa berkembang lebih baik,” katanya.

Terkait situasi global dan kondisi geopolitik yang dinilai dapat memengaruhi sektor pariwisata, Kukuh menyebut hingga saat ini belum terlihat dampak signifikan terhadap kunjungan wisata di Jakarta.

Namun demikian, ia menjelaskan aktivitas usaha hiburan saat ini masih menyesuaikan aturan selama bulan suci Ramadan, termasuk pembatasan jam operasional.

“Sekarang masih dalam suasana Ramadan sehingga jam operasional lebih pendek. Jadi kita belum bisa menilai apakah ada penurunan atau tidak. Mungkin setelah Ramadan baru bisa terlihat,” ujarnya.

Ketua Umum terpilih ASPIJA periode 2026-2029, Kukuh Prabowo.

Di sisi lain, Kukuh mengungkapkan para pengusaha hiburan juga masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya terkait penyesuaian besaran royalti yang hingga kini dinilai belum memiliki kepastian perhitungan.

ASPIJA berharap pihak yang mengelola royalti dapat membuka ruang dialog dengan pelaku usaha agar kebijakan yang diterapkan lebih jelas dan adil.

“Kita tentu siap membayar royalti, tapi perlu ada diskusi yang baik agar perhitungannya jelas dan adil. Jangan sampai aturan dibuat tanpa melibatkan pelaku usaha yang memahami kondisi di lapangan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pelaku usaha dalam proses penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan industri hiburan di Jakarta agar regulasi yang diterapkan tidak justru merugikan dunia usaha.

“Kami ingin ke depan setiap kebijakan yang menyangkut industri hiburan melibatkan asosiasi, sehingga pemerintah juga mendapat gambaran dampak kebijakan tersebut terhadap dunia usaha,” ujar Kukuh.

Dalam kesempatan tersebut, Kukuh turut mengimbau seluruh anggota ASPIJA untuk mematuhi aturan yang berlaku selama bulan Ramadan, termasuk terkait pembatasan jam operasional tempat hiburan.

“Kami mengimbau seluruh anggota untuk mematuhi aturan selama Ramadan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan Satpol PP agar semua berjalan sesuai aturan,” pungkasnya. (pot)

Post Comment