Longsor TPST Bantar Gebang Renggut 5 Korban, DPRD DKI Minta Evaluasi Total Sistem Pengelolaan

Breaking

Longsor TPST Bantar Gebang Renggut 5 Korban, DPRD DKI Minta Evaluasi Total Sistem Pengelolaan

Proses pencarian korban longsor TPST Bantar Gebang.

SATYABERITA – Insiden longsornya gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang menewaskan lima orang menuai sorotan dari DPRD DKI Jakarta.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera melakukan evaluasi menyeluruh atas pengelolaan sampah di lokasi tersebut.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) itu juga menimbun sejumlah truk operasional milik petugas serta menutup beberapa akses jalan di kawasan pengolahan sampah terbesar milik Pemprov DKI Jakarta tersebut.

Berdasarkan data sementara Basarnas DKI Jakarta pada Senin (9/3/2026) pagi, total terdapat 13 korban dalam kejadian tersebut. Dari jumlah itu, lima orang dinyatakan meninggal dunia, empat orang berhasil selamat, sementara empat lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim penyelamat.

Rio menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut dan meminta pemerintah daerah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk menelusuri penyebab kejadian sekaligus memaksimalkan penanganan terhadap para korban.

“Menurut saya sebagai anggota DPRD yang memiliki fungsi pengawasan, pemerintah daerah DKI Jakarta harus intensif siaga untuk menelusuri soal ini. Apapun harus dikerahkan seluruh sumber daya dan energi untuk hal ini. Karena ini menyangkut keselamatan, kepastian, keberadaan dari mereka yang menjadi korban,” ujar Rio usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (9/3/2026).

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, insiden di TPST Bantar Gebang harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah terhadap potensi persoalan dalam sistem pengelolaan sampah maupun tata kelola operasional di lapangan.

Ia menilai kejadian ini dapat menjadi alarm bagi Pemprov DKI Jakarta untuk mengidentifikasi berbagai potensi masalah serupa yang mungkin terjadi, baik di dinas terkait maupun instansi lainnya.

“Ini juga bisa menjadi semacam alarm bagi pemerintah daerah DKI Jakarta bahwa ada banyak potensi persoalan dalam penanganan persoalan yang mungkin tidak jauh berbeda dengan ini, baik yang ada di lingkungan dinas yang bersangkutan maupun dinas lainnya,” katanya.

Lebih jauh, Rio menekankan pentingnya evaluasi terhadap mekanisme kerja operasional di lapangan, khususnya terkait pengelolaan tumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi para petugas.

“Secara teknis ini juga harus menjadi pemicu dan pemacu bagi pemerintah daerah DKI Jakarta untuk memastikan tupoksi dan mekanisme kerja operasional para jajaran di bawah. Apakah kemudian ini tidak terjadi keteledoran yang mungkin saja pernah terjadi sebelumnya, tetapi tidak pernah diperbaiki, misalnya terkait keberadaan tumpukan bangunan atau tumpukan sampah tersebut,” tandasnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama tim gabungan hingga kini masih terus melakukan proses pencarian korban yang diduga tertimbun material longsoran sampah di area TPST Bantar Gebang.

Post Comment