Korps Alumni KNPI Gelar Halal Bihalal di Jakarta Selatan, Serukan Persatuan dan Penyatuan Kepengurusan

Breaking

Korps Alumni KNPI Gelar Halal Bihalal di Jakarta Selatan, Serukan Persatuan dan Penyatuan Kepengurusan

SATYABERITA – Korps Alumni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menggelar acara Halal Bihalal bertema “Merajut Kebersamaan untuk Persatuan Indonesia” di Jakarta Selatan, Minggu (5/4). Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus ajang memperkuat persatuan pemuda dan kepengurusan KNPI di tengah dinamika bangsa.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat saat Ketua Umum Korps Alumni KNPI, Aziz Syamsudin, bersilaturahmi bersama para pengurus dan senior KNPI. Pertemuan tersebut berlangsung harmonis dan sarat dengan semangat persatuan serta kebersamaan.

Dalam sambutannya, Aziz Syamsudin menyoroti berbagai permasalahan bangsa Indonesia saat ini, sekaligus mengajak seluruh elemen pemuda untuk tetap bersatu dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Ketua Umum KNPI periode ketiga, Aulia Rachman, yang juga pernah menjabat Duta Besar Republik Ceko periode 2014–2019, mengaku terkejut sekaligus bangga karena diundang langsung oleh Aziz Syamsudin untuk hadir dalam acara tersebut.

“Beliau memberikan petuah kepada kita semua serta menjelaskan sejarah berdirinya KNPI. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) didirikan pada 23 Juli 1973 melalui Deklarasi Pemuda Indonesia sebagai wadah penyatuan berbagai organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, KNPI dipelopori oleh David Napitupulu pada era Orde Baru dengan tujuan menghimpun potensi pemuda dalam satu wadah untuk menjaga stabilitas nasional dan mendukung pembangunan.

Pada sesi diskusi, Sukur Mandar menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak boleh anti kritik dan harus terbuka terhadap masukan dari anak bangsa, khususnya kalangan pemuda.
“Dengan adanya kolaborasi pemuda bersama pemerintah, kita bisa menghadapi tantangan ekonomi global yang saat ini sedang tidak baik-baik saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekjen Sayed menyoroti kondisi kepengurusan KNPI di tingkat pusat yang saat ini terpecah menjadi beberapa versi. Ia menilai kurangnya perhatian pemerintah pusat, khususnya dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan belum terwujudnya penyatuan kepengurusan.

Menurutnya, diperlukan langkah konkret untuk menyatukan seluruh kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI agar dapat duduk bersama dan kembali menjadi satu wadah pemuda nasional.

Senior KNPI Ariza Patria, yang kini menjabat Wakil Menteri Desa dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, turut hadir dalam acara tersebut. Ia menekankan pentingnya peran pemuda dalam mendukung pembangunan desa bersama pemerintah.

“Pemuda KNPI harus bersama pemerintah memajukan desa agar berkembang dan mandiri, sehingga seluruh desa di pelosok negeri dapat hidup layak,” ujarnya.

Sedangkan dari Korps Alumni KNPI Jakarta Timur, Amos Hutauruk, juga menyampaikan bahwa semangat juang membangun Indonesia masih terasa kuat dari para senior KNPI.

“Kami masih merasakan semangat para senior yang selalu mengatakan Jayalah Indonesiaku. Semoga pemerintah pusat kembali memberikan kepercayaan kepada pemuda Indonesia untuk membangun negeri ini bersama,” kata Amos.

Ia juga berharap pemerintah pusat dapat menyatukan perbedaan pendapat dalam kepengurusan DPP KNPI melalui peran tiga pilar, yaitu Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Hukum, dan Kementerian Dalam Negeri.

“Diharapkan pengurus DPP KNPI dapat kembali bersatu seperti saat awal berdiri pada tahun 1973,” pungkas Amos pria yang ramah kepada siapapun ini.

Post Comment