Komisi IX DPR: Pemulihan Rumah Nakes di Sumatera Kunci Optimalisasi Layanan Kesehatan

Breaking

Komisi IX DPR: Pemulihan Rumah Nakes di Sumatera Kunci Optimalisasi Layanan Kesehatan

SATYABERITA — Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang memprioritaskan rehabilitasi rumah tenaga kesehatan (nakes) pascabencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Politisi PKS ini menilai, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis yang menyentuh akar persoalan pemulihan layanan publik. Menurutnya, kesejahteraan dan kepastian hunian bagi para nakes adalah faktor krusial agar sistem layanan kesehatan kembali normal setelah terdampak bencana.

“Pemulihan layanan kesehatan tidak bisa dipisahkan dari kondisi mental dan fisik tenaga kesehatannya. Sangat sulit bagi mereka untuk bekerja optimal jika mereka sendiri masih tinggal di pengungsian. Prioritas pemerintah pada hunian nakes adalah pendekatan yang sangat tepat,” ujar Netty dalam keterangan resminya, Selasa (13/1).

Kehadiran Negara bagi Pejuang Garda Terdepan

Berdasarkan data yang diterima, Kemenkes tengah mengawal proses rehabilitasi sebanyak 3.265 rumah nakes yang terdampak bencana di wilayah Sumatera. Netty memandang hal ini sebagai bentuk nyata keberpihakan negara terhadap para pejuang kesehatan yang tetap setia melayani masyarakat meski dalam kondisi darurat.

“Ini adalah bukti bahwa negara hadir. Tidak hanya memberikan bantuan medis kepada masyarakat, tetapi juga memberikan perlindungan dan kepastian bagi keluarga para tenaga kesehatan yang telah berkorban di lapangan,” jelasnya.

Sinergi Lintas Sektor untuk Kecepatan Pemulihan

Lebih lanjut, Netty juga memuji koordinasi yang terjalin antara Kementerian Kesehatan dan BNPB dalam hal pendataan serta verifikasi penyaluran bantuan. Sinergi ini dianggap penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan akuntabel.

“Kerja lintas sektor adalah kunci. Kita ingin bantuan ini cepat dirasakan manfaatnya. Apalagi menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri, kami berharap percepatan rehabilitasi ini segera rampung agar para nakes bisa kembali ke rumah mereka dengan tenang,” tambahnya.

Netty menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa nakes yang pulih secara psikologis akan memberikan kualitas pelayanan yang jauh lebih baik. “Ini bukan sekadar bantuan fisik, tapi investasi kita terhadap ketahanan sistem kesehatan nasional di masa depan,” pungkasnya.

Post Comment