JXB Tetapkan 2026 sebagai Momentum Penguatan Pariwisata dan Perhotelan Jakarta

SATYABERITA – Jakarta Experience Board (JXB) / PT Jakarta Tourisindo (Perseroda) menetapkan tahun 2026 sebagai momentum penguatan bisnis pariwisata, aktivasi ruang publik, serta pengembangan sektor perhotelan di Jakarta. Langkah ini dilakukan setelah perusahaan mencatat capaian kinerja positif sepanjang 2025.
Direktur Utama JXB, Yunn Bali Mohammad Yusuf, mengatakan keberhasilan implementasi strategi sepanjang tahun lalu menjadi fondasi penting bagi langkah yang lebih progresif di tahun ini.
“Sepanjang 2025, JXB mencatat peningkatan pendapatan usaha sebesar 84,1 persen. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh lini bisnis pariwisata yang melonjak hingga 546,11 persen,” ujar Yunn Bali, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/3/2026).
Menurutnya kinerja tersebut didorong oleh keberhasilan JXB mengaktivasi berbagai ruang publik di Jakarta melalui penyelenggaraan 25 event berskala nasional dan internasional.
“Beberapa di antaranya adalah SEA V League, Karnaval HUT RI ke-80, Festival Film Indonesia, Jakarta Future Festival, serta ajang budaya Abang None Jakarta,” katanya.
Sementara di sektor perhotelan, Yunn mengatakan JXB juga melakukan langkah strategis melalui proses rebranding dua unit hotel.
“Kini keduanya hadir dengan identitas baru, yaitu The Tavia Riverside Resort & Convention (sebelumnya Grand Cempaka Resort) yang dikembangkan sebagai resort terpadu berkonsep leisure and MICE, serta The Tavia Rumabatavi (sebelumnya d’Arcici Plumpang) yang mengusung sentuhan budaya Betawi sebagai ciri khasnya,” jelasnya.
Memasuki 2026, JXB menyiapkan sejumlah strategi lintas sektor. Pada bidang perhotelan, perusahaan akan fokus pada optimalisasi The Tavia Heritage Hotel, serta penguatan rebranding The Tavia Riverside Resort and Convention dan The Tavia Rumabatavi.
Hotel-hotel milik JXB juga akan dikembangkan dengan pendekatan mix-commercial hotel. Salah satunya di The Tavia Riverside Resort and Convention yang akan mengintegrasikan berbagai fasilitas dalam satu kawasan, mulai dari restoran tematik, training camp, glamping, hingga entertainment venue.
Konsep ini diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi perusahaan.
Sementara pada sektor pariwisata, JXB menyiapkan tiga program utama. Pertama, aktivasi ruang publik dengan mengoptimalkan ikon-ikon kota Jakarta sebagai ruang kolaborasi kreatif masyarakat.
Kedua, peningkatan kualitas penyelenggaraan event melalui berbagai pertunjukan berskala nasional hingga internasional, seperti festival, konser musik, pameran, pertunjukan visual, hingga kegiatan perfilman. Strategi ini diharapkan menjadikan ruang publik Jakarta sebagai urban stage yang hidup dan atraktif, sekaligus memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah.
Ketiga, pengembangan program Filming in Jakarta, yaitu platform yang dirancang untuk mempermudah proses produksi film di Jakarta. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong promosi kota serta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, sekaligus mendukung visi Jakarta sebagai Kota Sinema.
Menurut Yunn Bali, strategi 2026 menandai fase konsolidasi sekaligus ekspansi bagi JXB setelah momentum positif yang diraih tahun sebelumnya.
“Capaian 2025 menjadi pijakan bagi kami untuk melangkah lebih progresif pada 2026. Fokus kami adalah memperkuat aktivasi ruang publik, meningkatkan kualitas event internasional, serta mengoptimalkan Filming in Jakarta sebagai pintu masuk industri kreatif global. Kami optimistis strategi ini akan memperkuat kinerja perusahaan dan daya saing Jakarta sebagai kota global,” ujarnya.
Selain itu, JXB juga berkomitmen memperkuat transformasi digital serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan teknologi informasi. Langkah ini dilakukan agar setiap strategi perusahaan dapat berjalan lebih efektif, adaptif, serta memberikan dampak ekonomi dan sosial yang luas bagi ekosistem pariwisata Jakarta.
SATYABERITA – Jakarta Experience Board (JXB) / PT Jakarta Tourisindo (Perseroda) menetapkan tahun 2026 sebagai momentum penguatan bisnis pariwisata, aktivasi ruang publik, serta pengembangan sektor perhotelan di Jakarta. Langkah ini dilakukan setelah perusahaan mencatat capaian kinerja positif sepanjang 2025.
Direktur Utama JXB, Yunn Bali Mohammad Yusuf, mengatakan keberhasilan implementasi strategi sepanjang tahun lalu menjadi fondasi penting bagi langkah yang lebih progresif di tahun ini.
“Sepanjang 2025, JXB mencatat peningkatan pendapatan usaha sebesar 84,1 persen. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh lini bisnis pariwisata yang melonjak hingga 546,11 persen,” ujar Yunn Bali, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/3/2026).
Menurutnya kinerja tersebut didorong oleh keberhasilan JXB mengaktivasi berbagai ruang publik di Jakarta melalui penyelenggaraan 25 event berskala nasional dan internasional.
“Beberapa di antaranya adalah SEA V League, Karnaval HUT RI ke-80, Festival Film Indonesia, Jakarta Future Festival, serta ajang budaya Abang None Jakarta,” katanya.
Sementara di sektor perhotelan, Yunn mengatakan JXB juga melakukan langkah strategis melalui proses rebranding dua unit hotel.
“Kini keduanya hadir dengan identitas baru, yaitu The Tavia Riverside Resort & Convention (sebelumnya Grand Cempaka Resort) yang dikembangkan sebagai resort terpadu berkonsep leisure and MICE, serta The Tavia Rumabatavi (sebelumnya d’Arcici Plumpang) yang mengusung sentuhan budaya Betawi sebagai ciri khasnya,” jelasnya.
Memasuki 2026, JXB menyiapkan sejumlah strategi lintas sektor. Pada bidang perhotelan, perusahaan akan fokus pada optimalisasi The Tavia Heritage Hotel, serta penguatan rebranding The Tavia Riverside Resort and Convention dan The Tavia Rumabatavi.
Hotel-hotel milik JXB juga akan dikembangkan dengan pendekatan mix-commercial hotel. Salah satunya di The Tavia Riverside Resort and Convention yang akan mengintegrasikan berbagai fasilitas dalam satu kawasan, mulai dari restoran tematik, training camp, glamping, hingga entertainment venue.
Konsep ini diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi perusahaan.
Sementara pada sektor pariwisata, JXB menyiapkan tiga program utama. Pertama, aktivasi ruang publik dengan mengoptimalkan ikon-ikon kota Jakarta sebagai ruang kolaborasi kreatif masyarakat.
Kedua, peningkatan kualitas penyelenggaraan event melalui berbagai pertunjukan berskala nasional hingga internasional, seperti festival, konser musik, pameran, pertunjukan visual, hingga kegiatan perfilman. Strategi ini diharapkan menjadikan ruang publik Jakarta sebagai urban stage yang hidup dan atraktif, sekaligus memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah.
Ketiga, pengembangan program Filming in Jakarta, yaitu platform yang dirancang untuk mempermudah proses produksi film di Jakarta. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong promosi kota serta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, sekaligus mendukung visi Jakarta sebagai Kota Sinema.
Menurut Yunn Bali, strategi 2026 menandai fase konsolidasi sekaligus ekspansi bagi JXB setelah momentum positif yang diraih tahun sebelumnya.
“Capaian 2025 menjadi pijakan bagi kami untuk melangkah lebih progresif pada 2026. Fokus kami adalah memperkuat aktivasi ruang publik, meningkatkan kualitas event internasional, serta mengoptimalkan Filming in Jakarta sebagai pintu masuk industri kreatif global. Kami optimistis strategi ini akan memperkuat kinerja perusahaan dan daya saing Jakarta sebagai kota global,” ujarnya.
Selain itu, JXB juga berkomitmen memperkuat transformasi digital serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan teknologi informasi. Langkah ini dilakukan agar setiap strategi perusahaan dapat berjalan lebih efektif, adaptif, serta memberikan dampak ekonomi dan sosial yang luas bagi ekosistem pariwisata Jakarta.
Post Comment