Gubernur DKI Borong Bandeng 14,67 Kg, Festival Rawa Belong Diserbu Warga

Breaking

Gubernur DKI Borong Bandeng 14,67 Kg, Festival Rawa Belong Diserbu Warga

SATYABERITA – Suasana meriah menyelimuti pembukaan Festival Bandeng Rawa Belong di Jakarta Barat, Sabtu (14/2/2026). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjadi sorotan setelah memborong sejumlah ikan bandeng, termasuk satu ekor bandeng jumbo dengan berat mencapai 14,67 kilogram.

Aksi belanja orang nomor satu di DKI Jakarta itu terjadi saat ia berjalan menuju lokasi acara. Tanpa ragu, Pramono berhenti di beberapa lapak pedagang dan membeli bandeng sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Tadi sambil berjalan dari depan sampai tempat duduk, saya sudah membeli tiga bandeng. Termasuk bandeng yang paling besar tadi, 14,67 kilogram. Pulangnya saya beli 3 lagi,” ujar Pramono kepada wartawan di kawasan Rawa Belong.

Bandeng berukuran jumbo tersebut rencananya akan diserahkan kepada Wali Kota Jakarta Barat untuk diolah. Dengan nada bercanda, Pramono meminta agar bandeng itu dimasak dengan menu terbaik dan dikirimkan ke rumahnya.

“Bandengnya nanti saya serahkan kepada Ibu Wali Kota Jakarta Barat. Tolong dimasakin yang enak, nanti dikirim ke rumah saya,” ucapnya, disambut gelak tawa warga yang hadir.

Tak hanya berbelanja, Pramono juga mengajak para pejabat dan tamu undangan untuk ikut membeli produk warga. Ia menegaskan bahwa transaksi langsung di lokasi festival memiliki dampak besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

“Jangan hanya datang. Belanja! Berapa pun belanja itu akan menghidupkan UMKM kita,” tegasnya.

Untuk diketahui, Festival Bandeng sendiri merupakan tradisi khas Betawi yang telah berlangsung sejak abad ke-17. Tradisi ini bermula pada masa Gubernur Jenderal VOC di Batavia, ketika hadiah ikan bandeng diberikan kepada pejabat atau tokoh masyarakat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.

Seiring waktu, tradisi tersebut berkembang menjadi pesta rakyat yang menampilkan bandeng-bandeng berukuran besar sebagai daya tarik utama.

Di Rawa Belong, festival ini kemudian menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menampilkan lomba dan pameran bandeng raksasa, tetapi juga bazar kuliner, pertunjukan seni Betawi, serta lapak UMKM warga setempat.

Pramono berharap Festival Bandeng Rawa Belong terus dilestarikan dan dikembangkan agar menjadi ikon budaya Betawi yang dikenal secara nasional hingga internasional.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi warga. Ini yang harus kita pertahankan,” ujarnya.

Antusiasme warga yang memadati lokasi acara menunjukkan bahwa Festival Bandeng bukan sekadar perayaan kuliner, melainkan momentum kebersamaan dan penggerak ekonomi lokal di Jakarta Barat.

Post Comment