DPRD DKI Hadiri Perayaan Aktualisasi Nilai-Nilai Natal 2025, Pramono Anung Ajak Warga Jaga Persatuan

SATYABERITA – DPRD DKI Jakarta menghadiri malam perayaan Aktualisasi Nilai-Nilai Natal 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di JIEXPO Kemayoran, Hall B3 dan C3, Jalan Benyamin Sueb No. 1, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (9/1).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua, Anggota Komisi A Hilda Kusuma Dewi, Anggota Komisi B Pandapotan Sinaga, Anggota Komisi C Lazarus Simon Ishak, Anggota Komisi D Pantas Nainggolan, serta Sekretaris DPRD DKI Jakarta Augustinus.
Perayaan Natal tersebut turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang didampingi Wakil Gubernur Rano Karno. Hadir pula Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Hardjoatmodjo, serta Anggota DPR RI Charles Honoris.
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono Anung menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh umat Kristiani dan Katolik di Jakarta. Ia berharap semangat Natal dapat memperkuat persatuan serta toleransi antarumat beragama.
“Semoga seluruh warga Jakarta dapat terus menjaga persatuan dan toleransi, sehingga tercipta suasana yang damai dan harmonis,” ujar Pramono.
Menurut Pramono, perayaan Natal 2025 di Jakarta berlangsung dengan penuh kesejukan dan kegembiraan. Ia menilai suasana kebersamaan dan gotong royong sangat terasa dalam perayaan Natal tahun ini.
“Natal tahun ini benar-benar berlangsung dengan sejuk, damai, nyaman, dan menggembirakan. Di semua tempat berlangsung dengan sangat baik,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perayaan Natal 2025 bersama warga Jakarta bukan sekadar perjumpaan biasa. Lebih dari itu, Natal menjadi momentum perjumpaan iman, persaudaraan, kebersamaan, dan kekeluargaan di tengah keberagaman masyarakat DKI Jakarta.
Ia mengakui, di tengah dunia yang semakin bising oleh kebencian dan konflik, damai Natal selalu mengingatkan bahwa kehadiran Tuhan tidak pernah jauh dari penderitaan manusia.
“Tuhan justru hadir ketika manusia merasa kecil, lemah, dan terluka. Sukacita Natal inilah yang membuat kita lebih peduli dan lebih berani menanggung sesama,” ujar Nasaruddin.
Ia menambahkan, kepedulian tersebut terutama ditujukan kepada mereka yang terdampak kejahatan, kemiskinan, dan kesendirian.
Senada dengan itu, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Hardjoatmodjo berharap perayaan Natal 2025 dapat mendorong umat Kristiani dan Katolik untuk semakin meneladani sifat Yesus yang berkhidmat dan bijaksana.
Dalam pesannya, Kardinal Ignatius juga mengajak umat untuk merenungkan makna tiga kata dalam Bahasa Indonesia yang saling berkaitan, yakni Khalik, Makhluk, dan Akhlak.
“Sebagai makhluk, manusia harus bersujud kepada Sang Khalik. Namun bakti kepada Sang Khalik itu harus diwujudkan dalam akhlak mulia,” katanya.
Ia pun berharap, melalui perayaan Natal, umat semakin berkomitmen menjadi pribadi yang bijaksana dan penuh kasih.
“Dengan merayakan Natal, kita semakin berjanji dan berniat untuk semakin serupa dengan Kristus,” pungkasnya. (pot)
Post Comment