Begini Cara Dishub DKI Lakukan Rekayasa Lalin Saat Pembongkaran Tiang Monorel

Breaking

Begini Cara Dishub DKI Lakukan Rekayasa Lalin Saat Pembongkaran Tiang Monorel

SATYABERITA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan tidak akan melakukan penutupan jalan saat proses pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Meski demikian, rekayasa lalu lintas tetap disiapkan karena pembongkaran akan menggunakan alat berat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan pembongkaran tiang monorel tersebut rencananya akan dilakukan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta pada pekan ketiga Januari 2026 atau mulai minggu depan.

“Di sana kan ada dua lajur, ada jalur lambat dan jalur cepat. Jadi pada saat alat berat masuk, itu akan berada di sisi jalur lambat. Sementara jalur cepat itu tetap berfungsi,” ujar Syafrin di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Syafrin menegaskan, proses pembongkaran tidak akan dilakukan pada jam sibuk lalu lintas. Pemerintah berencana mengerjakan pembongkaran pada malam hari guna meminimalkan gangguan terhadap pengguna jalan.

“Pembongkaran tidak dilakukan di jam sibuk. Tapi rencananya dari kapan sampai kapan, berapa lama, itu nanti dengan teman-teman Dinas Bina Marga yang mengeksekusi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Syafrin menyampaikan Dishub DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian terkait pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama proses pembongkaran berlangsung.

Selain itu, Dishub juga akan menyiapkan spanduk dan rambu-rambu lalu lintas agar masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan mereka.

“Oleh sebab itu, tidak ada penutupan jalan. Yang ada adalah penggunaan jalur lambat untuk penempatan alat berat pada saat pelaksanaan pembongkaran,” pungkas Syafrin.

Post Comment