Anggota DPRD DKI Gias Kumari Putra Ingatkan Risiko Kebakaran Berulang di Tambora

Breaking

Anggota DPRD DKI Gias Kumari Putra Ingatkan Risiko Kebakaran Berulang di Tambora

SATYABERITA – Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Gias Kumari Putra, mengingatkan tingginya risiko kebakaran berulang di kawasan Tambora, Jakarta Barat.

Kepadatan permukiman di wilayah tersebut dinilai membuat api mudah menjalar dan berdampak luas bagi masyarakat.

Peringatan itu disampaikan Gias saat mengunjungi warga terdampak kebakaran di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, pada Selasa (13/01/2026).

Dalam kunjungannya, ia menyampaikan duka cita dan keprihatinan atas musibah yang menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal serta harta benda.

“Kami turut berduka dan menyampaikan belasungkawa kepada para korban kebakaran di Jembatan Besi. Di wilayah padat seperti Tambora, satu rumah terbakar bisa dengan cepat menjalar ke rumah lainnya,” ujar Gias di lokasi.

Ia menjelaskan, sejak awal kejadian pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, mulai dari Dinas Sosial, BPBD, camat, lurah, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan darurat serta penyaluran bantuan kepada warga terdampak berjalan dengan optimal.

Menurut Gias, karakteristik permukiman yang padat dan berhimpitan membuat Tambora menjadi salah satu kawasan dengan tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi. Dalam kondisi tersebut, api dari satu titik dapat dengan cepat menyebar ke bangunan di sekitarnya.

“Di wilayah padat penduduk, penyebaran api sangat cepat. Karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat,” tegas legislator NasDem tersebut.

Ia mendorong peningkatan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat, terutama terkait penggunaan instalasi listrik, kompor, serta faktor-faktor lain yang kerap menjadi pemicu kebakaran.

Menurutnya, langkah pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan bersama instansi terkait hingga ke tingkat RT dan RW.

Selain itu, Gias juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan serta saling menjaga lingkungan sekitar agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

“Tambora adalah lingkungan tempat kita tinggal bersama. Diperlukan kehati-hatian dan kepedulian semua pihak agar kebakaran tidak kembali terjadi,” pungkasnya. (pot)

Post Comment