Susu Bayi Diduga Terkontaminasi, Netty Aher Desak BPOM Perkuat Pengawasan dan Transparansi
SATYABERITA – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memperketat pengawasan terhadap produk susu formula bayi. Hal ini menyusul adanya informasi penarikan kembali (recall) produk susu formula produksi Nestlé di sejumlah negara akibat dugaan kontaminasi zat beracun cereulide.
Netty menegaskan bahwa aspek keamanan pangan bagi bayi merupakan prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan.
“Bayi adalah kelompok paling rentan. Karena itu, setiap potensi risiko pada produk pangan bayi harus ditangani dengan sangat serius dan hati-hati,” ujar Netty dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (12/1).
Apresiasi Langkah Cepat BPOM
Meskipun memberikan peringatan keras, politisi PKS ini turut mengapresiasi langkah proaktif BPOM yang segera melakukan penelusuran awal serta berkoordinasi dengan otoritas pengawas internasional. Menurutnya, langkah berbasis data sangat krusial untuk menjaga kepercayaan publik.
“Kita menghargai upaya BPOM yang segera melakukan penelusuran. Yang terpenting sekarang adalah memastikan bahwa produk yang beredar di Indonesia benar-benar aman dan tidak termasuk dalam batch yang ditarik di negara lain,” lanjutnya.
Urgensi Transparansi dan Sistem Ketertelusuran
Di tengah kompleksitas rantai pasok global, Netty menilai transparansi informasi kepada masyarakat adalah kunci utama untuk mencegah kepanikan massal. Orang tua perlu mendapatkan kepastian mengenai produk yang mereka konsumsi sehari-hari.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sistem ketertelusuran (traceability) untuk produk pangan impor.
“Kita perlu terus memperkuat sistem pengawasan dan ketertelusuran produk pangan, agar setiap potensi masalah bisa cepat dilokalisasi dan ditangani sebelum berdampak luas,” tegas Netty.
Sebagai penutup, Netty menekankan bahwa keamanan pangan adalah pilar penting dalam perlindungan kesehatan publik. Sinergi antara regulator, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan mampu menjamin keselamatan generasi mendatang dari risiko kontaminasi zat berbahaya.
Post Comment