Raih Ramadhan Lebih Bermakna, Ini Tips dari Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan JIC Haji Rasyidi

Breaking

Raih Ramadhan Lebih Bermakna, Ini Tips dari Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan JIC Haji Rasyidi

SATYABERITA – Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain dikenal sebagai bulan penuh berkah dan ampunan, Ramadhan juga menjadi waktu terbaik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.

Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre (JIC), H. Rasyidi H.Y, menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum pembinaan spiritual dan penguatan karakter.

“Ramadhan adalah madrasah kehidupan. Di dalamnya, kita dilatih untuk sabar, disiplin, serta memperbanyak amal saleh,” ujar Rasyidi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/2/2026).

Agar ibadah puasa berjalan lancar dan memberikan dampak maksimal, berikut sejumlah tips dari H. Rasyidi H.Y yang juga merupakan mantan anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019- 2024 :

  1. Niat yang Ikhlas dan Kuat
    Menurutnya, pondasi utama dalam menjalankan ibadah puasa adalah niat yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT.

Puasa bukan hanya aktivitas fisik, melainkan ibadah yang sarat nilai spiritual, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Jika niat kita lurus, maka setiap aktivitas selama Ramadhan bernilai ibadah,” jelasnya.

  1. Menjaga Pola Makan Saat Sahur dan Berbuka
    Keseimbangan nutrisi saat sahur dan berbuka juga menjadi perhatian penting. Tubuh yang sehat akan mendukung kekhusyukan dalam beribadah.

Saat sahur, menurut Haji Rasyidi dianjurkan mengonsumsi makanan kaya serat, protein, dan karbohidrat kompleks agar energi bertahan lebih lama. Sedangkan saat berbuka, sebaiknya diawali dengan kurma dan air putih sesuai sunnah Rasulullah SAW, lalu dilanjutkan dengan makanan bergizi seimbang.

Selain itu kata Haji Rasyidi, hindari konsumsi makanan berlebihan, terutama yang terlalu manis dan berminyak, karena dapat menyebabkan tubuh cepat lemas.

“Jangan jadikan Ramadhan sebagai ajang balas dendam makan. Justru ini saatnya belajar hidup sederhana dan sehat,” katanya.

  1. Perbanyak Ibadah dan Amal Kebaikan
    Ramadhan adalah bulan dilipatgandakannya pahala. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta bersedekah.

“Sedekah di bulan Ramadhan memiliki nilai yang sangat besar. Ini kesempatan emas yang jangan disia-siakan,” tambahnya.

  1. Menjaga Lisan dan Perbuatan
    Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang buruk. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari).

Haji Rasyidi mengingatkan agar umat Islam menjauhi ghibah, perkataan kasar, serta aktivitas yang sia-sia agar pahala puasa tidak berkurang.

  1. Istirahat yang Cukup
    Meski berpuasa, umat Islam tetap dianjurkan menjaga produktivitas. Namun keseimbangan antara aktivitas dan istirahat perlu diperhatikan.

“Tidur yang cukup membantu tubuh tetap bugar sehingga ibadah bisa dijalankan secara optimal,” jelasnya.

  1. Jadikan Ramadhan sebagai Momentum Muhasabah
    Ramadhan juga merupakan waktu terbaik untuk introspeksi diri. Evaluasi ibadah, perbaiki hubungan dengan Allah SWT, dan jalin kembali silaturahmi dengan sesama.

“Ramadhan harus meninggalkan bekas dalam diri kita. Setelahnya, kita harus menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

  1. Istiqomah hingga Akhir Ramadhan
    Ia juga mengingatkan agar semangat ibadah tidak hanya tinggi di awal Ramadhan. Justru sepuluh malam terakhir memiliki keutamaan luar biasa, termasuk malam Lailatul Qadar.

“Pertahankan semangat hingga akhir. Jangan sampai kendor di pertengahan,” pesannya.

Menutup keterangannya, H. Rasyidi H.Y berharap Ramadhan menjadi momentum transformasi spiritual bagi setiap Muslim.

“Semoga Ramadhan kali ini benar-benar menjadikan kita insan yang lebih bertakwa dan lebih peduli terhadap sesama,” pungkasnya. (pot)

Post Comment