Hadiri Silaturahmi Akbar Kaum Betawi, Bang Anung Dorong Persatuan dan Penguatan Budaya Lokal

SATYABERITA – Gubernur Pramono Anung menghadiri acara Silaturahmi Akbar Kaum Betawi yang digelar di Museum M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Ibu Kota itu menjadi simbol dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap persatuan dan penguatan budaya Betawi.
Pramono yang akrab disapa Bang Anung oleh orang Betawi ini tiba di lokasi dengan balutan busana khas bernuansa religius: baju koko putih, peci hitam, celana hitam, serta sarung merah tua.
Setibanya di lokasi, ia langsung menempati kursi barisan terdepan yang telah disediakan panitia.
Di sampingnya tampak Ketua Dewan Adat Betawi sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo atau yang akrab disapa Foke.
Keduanya terlihat akrab berbincang dan beberapa kali tertawa bersama saat menyaksikan penampilan Tari Kinang Kilaras, tarian tradisional khas Betawi yang membuka rangkaian acara.
Pramono alias Bang Anung dalam sambutannya menegaskan pentingnya menyelesaikan berbagai persoalan internal kaum Betawi secara kekeluargaan dan penuh kebersamaan.
“Karena saya memang menginginkan bahwa masyarakat Betawi itu betul-betul menjadi satu,” ujar Bang Anung di atas podium.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh setiap keputusan yang diambil Fauzi Bowo dalam menyelesaikan dinamika internal komunitas Betawi.
“Apa yang akan diputuskan oleh Bang Foke, saya pegang dan saya yang bertanggung jawab. Sehingga apa yang menjadi keputusan itu enggak boleh lagi mau lonjong, mau persegi, Bang, udah putuskan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono turut mengusulkan agar kegiatan haul ulama Betawi dapat digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas).
Ia menilai Monas sebagai ikon Jakarta sudah sepatutnya juga menjadi ruang ekspresi budaya masyarakat asli Betawi.
“Jangan kemudian Monas digunakan selawatan hanya untuk yang lain. Kenapa enggak digunakan oleh Kaum Betawi sendiri?” ungkapnya.
Bang Anung memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap menjadi panitia pelaksana apabila kegiatan tersebut direalisasikan.
Selain itu, Pramono juga menyinggung rencana penyelenggaraan Lebaran Betawi di Lapangan Banteng, serta komitmen pemberdayaan sanggar seni dan pelaku UMKM berbasis budaya Betawi.
Menutup sambutannya, Pramono menegaskan bahwa kebudayaan Betawi harus menjadi identitas kuat Jakarta. Ia berharap masyarakat Betawi dapat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, seiring dengan perkembangan kota yang semakin modern dan multikultural.
“Pokoknya yang menjadi tuan rumah nanti begitu selesai adalah kaum Betawi sebagai tuan rumah,” tegasnya.
Silaturahmi akbar ini menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan kaum Betawi sekaligus memperkuat peran budaya lokal dalam pembangunan Jakarta ke depan. (pot)
Post Comment