DPRD DKI Akan Bentuk Pansus Awasi Penyerahan Fasos-Fasum Pengembang

Breaking

DPRD DKI Akan Bentuk Pansus Awasi Penyerahan Fasos-Fasum Pengembang

SATYABERITA – DPRD DKI Jakarta berencana membentuk panitia khusus (Pansus) untuk memperkuat pengawasan terhadap penyerahan fasilitas sosial (Fasos) dan fasilitas umum (Fasum) dari para pengembang kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua, usai menghadiri penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Fasos dan Fasum Semester II Tahun 2025 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Menurut Inggard, pembentukan Pansus dinilai mendesak lantaran masih banyak pengembang yang belum menuntaskan kewajiban penyerahan Fasos dan Fasum, bahkan hingga lebih dari 10 tahun.

“Kondisi itu jelas tidak baik dan tidak nyaman bagi warga,” ujar Inggard, di Balaikota.

Ia menegaskan, DPRD akan memberikan tekanan tegas kepada para pengembang agar menyelesaikan kewajiban tersebut sebelum diberikan izin pengembangan di lokasi lain.

“Pengembang tidak boleh diberikan izin pengembangan di lahan lain sebelum kewajibannya dipenuhi,” tegas politisi Partai Gerindra itu.

Lebih lanjut, Inggard menjelaskan bahwa Pansus nantinya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari kelengkapan dokumen hingga status aset Fasos dan Fasum. DPRD juga membuka peluang berkoordinasi dengan aparat penegak hukum jika ditemukan pelanggaran.

“Kami akan mengecek SPPT dan status Fasos-Fasumnya. Jika masih bermasalah, kami akan berkoordinasi dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak tegas pengembang yang tidak memenuhi kewajiban penyerahan Fasos dan Fasum.

“Kalau kewajiban tidak dipenuhi, pemerintah bisa memberikan peringatan bahkan mengambil tindakan secara terbuka,” ujar Pramono.

Ia menambahkan, pelibatan KPK merupakan bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Fasos dan Fasum di Jakarta.

“Agar pengelolaan Fasos dan Fasum berjalan bersih dan bertanggung jawab,” pungkas Pramono. (pot)

Post Comment