SATYABERITA – Ramadan adalah bulan penuh berkah, di mana umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah untuk meraih ridha Allah SWT.
Di antara waktu yang paling istimewa dalam bulan suci ini adalah sepuluh hari terakhir, yang memiliki keutamaan luar biasa.
Ketua Umum Bamus Betawi, Riano P. Ahmad, menjelaskan pentingnya semangat beribadah selama sepuluh hari terakhir Ramadan, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
"Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan, bahkan lebih dari hari-hari lainnya," kata Riano saat berbincang dengan satyaberita, Rabu (19/3/2025).
"Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut," (HR. Muslim).
Riano mengatakan, hadis ini menunjukkan betapa Rasulullah SAW memberikan teladan yang sempurna dalam memanfaatkan waktu-waktu penuh keutamaan dengan meningkatkan kualitas ibadah, ber-taqarrub, beri’tikaf, dan mengajak keluarga untuk beribadah bersama.
"Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah waktu yang sangat istimewa, dan Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk tidak lengah dalam memanfaatkannya," ujarnya.
Menurut Riano, ada beberapa alasan mengapa kesungguhan beribadah di sepuluh hari terakhir Ramadan sangat penting.
Pertama, sepuluh hari terakhir merupakan penutup bulan Ramadan yang penuh berkah, dan amalan penutup sangat diperhitungkan.
Kedua, malam-malam terakhir Ramadan adalah yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW.
Ketiga, terdapat kerinduan untuk bertemu dengan Lailatul Qadar, malam yang keutamaannya melebihi ibadah seribu bulan.
Keempat, Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar tidak terlena dengan persiapan hari raya dan melupakan keutamaan ibadah.
Untuk itu, Riano juga mengajak umat Islam untuk mengikuti teladan Rasulullah SAW dalam beberapa amalan utama di sepuluh hari terakhir Ramadan, yaitu:
1. Memperpanjang Shalat Malam
Rasulullah SAW menghidupkan sepuluh malam terakhir dengan ibadah, shalat, dan dzikir hingga fajar. Aisyah RA meriwayatkan bahwa beliau bahkan membangunkan istrinya untuk beribadah bersama.
2. Memperbanyak Sedekah
Sedekah menjadi amalan utama di sepuluh hari terakhir sebagai bentuk syukur atas bertemunya Ramadan. Selain zakat fitrah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sedekah sunnah, baik berupa harta, pangan, pakaian, maupun paket sedekah untuk dhuafa.
3. I’tikaf
I’tikaf, berdiam diri di masjid untuk beribadah, sangat dianjurkan, terutama di sepuluh hari terakhir Ramadan. Rasulullah SAW bahkan beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
4. Tilawah Al-Qur’an
Meningkatkan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu ibadah utama di sepuluh hari terakhir Ramadan. Bagi banyak umat Islam, mengejar khataman Al-Qur’an di akhir Ramadan menjadi kebahagiaan tersendiri.
"Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah waktu yang sangat mahal, jangan disia-siakan dengan kelalaian," tegas Riano.
"Marilah kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, baik di masjid maupun di rumah, dan jangan lupa untuk menyisipkan doa untuk bangsa Indonesia dalam munajat kita," sambung anggota DPRD DKI Jakarta fraksi NasDem ini.
Lebih lanjut Riano mengimbau agar umat Islam tetap semangat dalam beribadah, menjaga kualitas ibadah, serta mempererat tali persaudaraan dalam menyambut hari raya Idul Fitri yang penuh kemenangan.
"Mari kita giatkan beribadah baik di masjid maupun di rumah, dan sisipkanlah doa dalam munajatmu untuk Jakarta yang kita cintai ini dan bangsa Indonesia," pungkasnya. (pot)
Komentar0